Bodoh VS Pintar; Mau yang mana?!

Beberapa waktu lalu dapat imel dari teman. Isinya tentang si Bodoh dan si Pintar. Asyik banget nih artikelnya. Cuman pesan saya jangan dipikir dalem-dalem artikel ini, nanti gila. Santai saja, pasti tersenyum!  😉

  1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
  2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
  3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
  4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka dia suruh orang pintar untuk membuatnya.
  5. Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
  6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.
  7. Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.
  8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar “meratap-ratap” kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
  9. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
  10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
  11. Bill Gates (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group). Adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

Pertanyaan:

  1. Jadi mending jadi orang pinter atau orang bodoh?
  2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh?
  3. Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh?
  4. Susah mana antara orang pinter! atau orang bodoh?

Kesimpulan:

  1. Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
  2. Jadilah Orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
  3. Kata kunci nya adalah “resiko” dan “berusaha”, karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. Dan mengabdi pada orang bodoh.

Komentar Anda

komentar

6 thoughts on “Bodoh VS Pintar; Mau yang mana?!

  • April 14, 2009 at 5:03 pm
    Permalink

    hehehhe…bener juga ya…
    bikin pusing aja….
    capcay deh

    Reply
  • April 14, 2009 at 9:23 pm
    Permalink

    saya pilih jadi orang cerdas aja mas.. huehehehe.. (gak ada ya??)

    salam kenal,

    Reply
  • April 14, 2009 at 9:26 pm
    Permalink

    @ sweety, jangan dibikin pusing dong.. 😉
    @ malcum, sip bang.. Lam kenal juga ya..

    Reply
  • August 4, 2010 at 8:55 am
    Permalink

    pilih jdi yang ngajarin orang bodoh itu..
    wkwkwkwkwkkkk…

    Reply
  • September 30, 2011 at 11:55 am
    Permalink

    Baiknya jadi orang bodoh saja, karena bekerja dengan cara pintar, daripada jadi orang pintar bekerja dengan cara bodoh !

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *