KONTEN dan KONTEK Film Innocent of Muslims

Film innocent of Muslims, entah apapun judulnya yang lain, perlu dilihat bukan hanya dari KONTEN, tetapi juga harus bisa lihat dari KONTEK kehidupan dan perpolitikan di USA, khususnya yang menyangkut Demokrasi di USA dan Konstitusi USA. Dari segi KONTEN, jelas sekali, film itu menghina, menyakiti hati umat Islam diseluruh dunia dan akan membuat orang Islam marah besar. Hal ini sudah jelas dan tidak bisa dibantah lagi.

Tetapi dari segi KONTEK kehidupan dan perpolitikan di USA, film ini memiliki konotasi yang berbeda. Di USA, pemerintah menghargai dan menghormati benar dengan apa yang disebut “FREEDOM OF SPEECH” and “FREEDOM OF EXPRESSION, termasuk dalam pembuatan FILM. Bahkan waktu ada yang ingin membakar buku atau kitab suci Alqur’an; seperti yang dilakukan oleh Pastor Terry Jones di Florida adalah juga bagian dari freedom of speech and expression.

Pemerintah USA tidak punya kontrol, hak, kekuasaan untuk MELARANG keinginan seorang warga negara America untuk melakukan semua itu, karena hal itu dijamin dalam UUD atau KONSTITUSI di America. Tetapi bukan berarti pemerintah USA diam saja. Pemerintah USA lewat Minister of Defense waktu itu; Defense Secretary Robert Gate, menelpon ke Florida untuk menasehati seorang warga negara USA yang bernama “Terry Jones”, untuk tidak melaluakn pembakaran kita suci karena tindakan itu akan menyakiti banyak hati umat Islam d dunia, mengancam keselamatan tentara USA yg lagi dinas d Afghanistan dan di negara Islam lainya dan juga mengancam nasional security USA.

Bahkan US Army Jendral bintang 4; David Petraeus, Commander Coalition di Afghanistan waktu itu mengecam tindakan ini dan memberitahu Pastor Terry jones bahwa tindakan itu akan mengancam keselamatan tentara US yang sedang melakuklan tour of duty di Afghanistan. Pengaruh dari 2 tokoh besar di USA inilah yang membuat pembakaran kitab suci itu akhirnya di urungkan atau ditunda oleh Pastor Terry Jones. Artinya, meski dengan begitu besar ancaman dan kecaman dari luar negaeri, pemerintah USA tidak begitu saja merampas dan melarang warga negaranya yang meng-exercise his freedom of speech and expression!

Dalam kasus film ini, Attorney General Eric Holder juga melakukan aksi dengan melakukan penyelidikan apakah dalam pemuatan film itu ada hukum yang dilanggar. Bahkan pemerintah USA; President Obama sendiri, telah meminta agar YOUTUBE memblokir ekses ke film itu di berbagai negara. Disinilah kehebatan dalam tatanan kehidupan Demokrasi di USA.

Bahwa meski USA itu sebagai negara terkuat di dunia dengan mega milliter dan technologinya yang luar biasa, tetapi masih menghormati dan menjunjung tinggi KEDAULATAN RAKYAT; hak dan wewenang setiap warga negaranya se-sinting apapun, khususnya melakukan dan menjalankan “freedom of speech dan freedom of expression”, meski dalam menjalankan hak dan wewenang itu, pemerintah USA harus berbenturan dengan bangsa-bangsa lain didunia ini. Apakah; kalau mau, pemerintah USA bisa kirim snipper atau agent CIA untuk menciduk, membunuh dan menculik pembuat film dan Pastor Terry Jones? They can do it in a split second. Terlalu mudah untuk bisa dilakukan, bila pemerintah USA mau melakukanya! Tetapi pemerintah USA, tidak melakaukan semua itu bahkan menghormati dan menjamin “FREEDOM OF SPEECH & EXPRESSION” setiap warga negaranya.

Pemerintah USA, mau tidak mau dan terpaksa harus meladeni kritik, menerima konsekwensi dan amarah bangsa lain, khusunya umat Islam di dunia demi menjaga hak dan wewenang seorang warna negaranya dalam menjalankan atau exercising freedom of speech and expression, karena hal itu dijamin dalam Konstitusi USA, merupakan HAM dan bagian dari prinsip Demokrasi.

Yang dihormat dan dihargai bukan KEINGINAN warga negaranya yang SINTING dengan membuat film yang menghina seorang Nabi besar, tetapi HAK sebagai seorang warga negara, hak HAM-nya, yakni “Freedom of Speech and Freedom of Expression” yang dijamin oleh Konstitusi USA.

Karena itulah, dalam KONTEK kehidupan politik di USA, pemerintah Amerika tidak bisa banyak berbuat apalagi MELARANG pemuatan film itu, karena by doing so, sama juga melanggar “Kedaulatan Rakyat”, melanggar HAM dan melanggar KONSTITUSI USA. Tidak mungkin pemerintah USA; apalagi President USA akan mau melakukan semua itu. That is political suicide!!!

Source: https://www.facebook.com/chris.komari

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *