Sharing File Megaupload Ditutup, yang Lain Siap-Siap

Jumat lalu (20/01/12) akhirnya situs berbagi file megaupload akhirnya ditutup, bahkan si empunya dipidanakan. Walau masih banyak yg sejenis, namun sepertinya mereka juga sudah bersiap-siap. Beberapa diantaranya sudah membatasi bahkan menutup layanan pendaftaran premium member, memblok IP dari Amerika dan sebagainya.

Sebenarnya banyak layanan sejenis baik yang lokalan indonesia maupun yang internasional. Sebut saja rapidshare, mediafire, dropbox, depositfile, filesonic, bahkan yousendit dan boxnet yang biasa kami gunakan untuk menshare file kerjaan sepertinya bakalan terancam juga.

Layanan berbagi file Megaupload yang support dengan file besar dengan ukuran file sampai Gigabyte ini ditutup lantaran dianggap mengandung banyak konten ilegal. Hal ini terjadi atas tuntutan dari industri yang merasa dirugikan dengan keberadaan situs berbagi file tersebut. Menurut Department of Justice di Amerika Serikat, Megaupload ditaksir telah merugikan industri senilai USD 500 juta. Sebab, situs tersebut sudah menampung jutaan konten ilegal seperti musik, film, dan file lainnya.

Namun demikian, di satu sisi bukannya kesal karena banyak hasil karyanya ditampung di megaupload, malah sejumlah musisi dan selebriti justru mendukung situs megaupload atau situs sejenis ini. Dukungan itu diungkapkan melalui video yang diunggah di YouTube. Tampak selebriti dan musisi besar seperti Will.i.am, Serena Williams, Drake, Kanye West, Snoop Dogg bahkan Kim Kardashian pun ikut mendukung situs berbagi tersebut. Dalam video itu mereka menyampaikan manfaat megaupload bagi kehidupan mereka, yakni berbagi file dengan mudah karena aksesnya yang cepat.

Megaupload sendiri diklaim sudah memiliki pengguna sebanyak 1 miliar dengan rata-rata 50 juta pengunjung setiap harinya, termasuk yang berasal dari Indonesia. Dari info yang bisa kita baca di detik.com saja, megaupload ini meski berbasis di Hongkong tapi ternyata memiliki sejumlah server yang terletak di Ashburn, Virginia, Amerika Serikat. Inilah yang membuat pemerintah setempat berhasil membungkam situs tersebut.

Bahkan tidak sekadar menutup situs megaupload, empat orang yang mengoperasikan situs itu pun juga diciduk oleh pemerintah. Mereka adalah Kim Dotcom, 37 tahun, tiga karyawan yang berada di Selandia Baru, dan 3 karyawan lain yang belum diketahui identitasnya. Inilah sepertinya yang membuat situs-situs sejenis menjadi ketakutan juga.

Barusan baca wall teman di FB ternyata file sonic pun dah was-was banget…

Khawatir Bernasib Seperti Megaupload, FileSonic Matikan Fitur Berbagi. Hanya selang beberapa hari setelah situs Megaupload dimatikan secara paksa oleh otoritas Amerika Serikat (AS), FBI dan Department of Justice, kini giliran Filesonic yang was-was. Nampaknya situs berbagi berkas daring ini mencoba untuk mencari jalan aman untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

‘Jalan aman’ ala FileSonic adalah dengan menonaktifkan semua fungsi berbagi. Dengan demikian maka berkas yang dapat diunduh hanyalah berkas yang diunggah secara pribadi atau personal. Uniknya, Facebook Page Filesonic di Facebook juga menghilang. ZDNet mengabarkan dan dikutip SidomiNews, menurut laporan Reddit, banyak account dan berkas yang dihapus dari Filesonic hari ini.

Pemerhati internet menyakini, jika langkah Filesonic adalah sebuah cara untuk berjaga-jaga atas liarnya hukum SOPA dan PIPA serta kebijakan otoritas AS. Contoh kasus yang paling baru soal Megaupload. Perusahaan berbasis di Hongkong ini ditutup. Pemiliknya di Selandia baru ditangkap. Kasus ini sekarang menghadapi dakwaan pencucian uang dan hak cipta. Dan sang founder tengah diekstradisi ke AS. Sementara itu raksasa file hosting Rapidshare dalam sebuah sesi wawancara berpendapat jika sikap mereka adalah masa bodoh dengan SOPA dan PIPA.

Pantas waktu nulis ini sambil coba download majalah dari filesonic selalu error mulu… Beh.. Beh…

Kayaknya mesti siap-siap nih, kehilangan sumber bacaan favorit 😉

Sumber: detik.com

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *