Total Bayar (Rp46.000,- + Seiklasnya)

Hari ini lanjut lagi ngurusin berkas yang harus dilengkapi untuk syarat pendaftaran CPNS Berau 2010. Setelah selesai ngurus berkas surat keterangan kesehatan dengan biaya 21ribu (SK Bupati) + 5ribu (entah SK siapa), kemudian SKCK dan kartu kuning alias kartu pengangguran πŸ˜‰

Jumat 19 November 2010 selesai juga ngurus SKCK yang butuh 2 hari gak pakai lama karena kebetulan sayanya orang baik dan tidak tersangkut pidana, korupsi, atau pun suap πŸ˜‰ Ambil surat SKCK ini mesti bayar 10ribu. Ok, ini gak masalah karena ada aturannya begitu mesti bayar 10ribu. Setelahnya foto copy dan legalisir. Sip yang satu ini gratis tanpa bayar, yang ini saya acungi jempol 2 (beda kan sama legalisir surat keterangan kesehatan yang diminta lagi 5ribu padahal sudah banyar diloket 21ribu..)

Kemudian tinggal kartu kuning nih, kartu kuning yang tahun lalu sepertinya masih berlaku karena expairnya 2 tahun. Lanjut dibawa ke kantor depnakertrans untuk minta legalisir, eh ternyata kartu saya tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi alias tidak sah. Loh kok bisa?? Eh ternyata ada satu point yang terlewatkan. Di kartu kuning tersebut tertulis bahwa harus setiap 6 bulan sekali mesti melapor. Melapor bahwa masih pengangguran πŸ˜‰ dan akan diparaf, demikian seterusnya 6 bulan ke depan kalau masih pengangguran lapor lagi. kalau umpamanya sudah bekerja maka kartu kuning ini akan ditarik.

Nah karena saya tidak pernah melapor setiap enam bulan maka kartu kuning tersebut dinyatakan tidak sah dan mesti buat baru untuk dapat teregistrasi di daftarnya mereka. Ok, buat baru dah…

Besoknya kartu kuning baru ini sudah jadi, diambih dah dan kemudian difotocopy untuk minta legalisir. Stempel trus tanda tangan, staf cewek (kalau bukan ibu-ibu) itu pun menyerahkan kepada saya, sambil berkata,”seiklasnya pak…”. Sejenak saya tersenyum simpul πŸ˜‰ Perasaan kata-kata ini sering saya dengar kalau ada yang minta sumbangan (pengemis) depan pintu rumah sambil mengulurkan tangan dengan raut muka memelas. Dengan sigap otak kanan saya merespon dalam hati,”wah kayak yang di puskesmas beberapa hari lalu nih.” Kalau yang ini gak ngomong nominal, pinter juga. Seingat saya tahun lalu emang gak bayar kalau ngurus kartu kuning ini, dan memang tidak ada tempelan penjelasan mengenai biaya2 ini seperti sebelum-sebelumnya.

Kalau di puskesmas saya ngotot nanyain kok ada bayar-bayar lagi, kali ini iklasnya hati saya πŸ˜‰ ngeluarin dompet dan nyabut selembar sepuluh ribuan kemudian dikasih ke mbaknya. Bener bener dah…

Jadi total biaya yang mesti saya keluarin untuk mengurus surat-surat yang sebenarnya hanya formalitas saja ini adalah:

1. Surat Kesehatan Rp26.000,- (Rp21.000,- di loket + Rp5.000,-legalisir)
2. SKCK Rp10.000,-
3. Kartu Kuning Rp10.000,-

Jadi semuanya Rp46.000,- plus foto copy plus beli map plus beli bensin plus “seiklasnya” πŸ˜‰

Komentar Anda

komentar

One thought on “Total Bayar (Rp46.000,- + Seiklasnya)

  • February 14, 2011 at 1:26 am
    Permalink

    Someone essentially help to make seriously posts I would state. This is the very first time I frequented your web page and thus far? I surprised with the research you made to make this particular publish amazing. Magnificent job!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *