Tujuh Emosi, Pengganggu Kesehatan

Tertarik dengan artikel yang berhubungan dengan kesehatan yang beberapa waktu saya baca dari kompinya teman, ada baiknya ini juga rekan-rekan baca sebagai tambahan informasi untuk anda yang sekiranya bisa bermanfaat buat semua..

Di dalam ilmu pengobatan Cina, faktor pikiran (emosi) merupakan sesuatu yang perlu diwaspadai. Orang yang berpikiran positif biasanya punya tingkat kesehatan yang lebih baik. Karna itu, kendalikan perasaan seperti marah dan sedih supaya jiwa dan raga tetap sehat.

Ilmu pengobatan Cina membagi penyebab penyakit menjadi tiga golongan besar. Pertama, penyakit yang datangnya dari luar tubuh, masuk ke badan melalui kulit, lalu menyerang meridian, lebih lanjut menyerang organ dalam. Termasuk dalam kategori ini adalah penyakit yang disebabkan oleh angin, dingin, panas, lembab, kering, api, serta wabah dan penyakit menular.

Kedua, penyebab penyakit dari dalam, yang berasa dari emosi (perasaan) penderita. Termasuk dalam kategori ini adalah tujuh jenis emosi, yakni gembira (senang), marah, khawatir, melamun, berpikir sedih, takut dan terkejut.

Ketiga, penyebab penyakit yang tidak termasuk golongan 1 dan 2. Dalam kelompok ini contohnya kebiasaan hidup yang tidak teratur (makan, minum, kerja, istirahat, dll), kegiatan bersenggama yang berlebihan, serta luka dan gigitan binatang.

Langsung berpengaruh
Adalah wajar bila tiap individu punya semua emosi seperti tersebut di atas. Tidak mungkin sebagai individu, kita tidak punya rasa marah, gembira atau takut. Di dalam pengobatan Cina, emosi yang berlebihan secara langsung akan mempengaruhi organ dalam.

Berikut ini adalah pengaruh tujuh emosi terhadap organ dalam kita.

Gembira
Gembira adalah pertanda jantung berfungsi normal. Berarti darah, kelenjar limpa, dan chi (listrik tubuh) berjalan normal. Manifestasinya badan sehat. Namun, bila perasaan itu berlebihan, jalannya chi yang perlahan itu akan bergolak dan tersebar, sehingga semangat yang tersimpan dalam jantung menjadi berantakan. Pada saat sangat gembira, aliran chia akan melambat.

Ada banyak contoh misalnya penderita jantung yang tiba-tiba meninggal pada saat merasa sangat gembira. Kita mungkin pernah mendengar beruta kematian seorang pencandu sepakbola jsutru setelah tim yang dijagokan menang. Orang tersebut brteriak dan menggebrak meja saking senangnya. Ketika anaknya mendatangi beberapa saat kemudian heran karena nyawa bapaknya telah melayang.

Seorang sepupu saya pernah bercerita yang intinya membenarkan teori tersebut. Ia seorang penderita jantung koroner yang sudah dua kali dirawat dan sempat masuk ruang intensif.

Di tahun 2002, ia menerima kabar putranya diterima di Sekolah Tinggi Administrasi Negara. Dia sangat gembira karena mengira anaknya tidak akan lolos. Namun, kegembiraannya hampir dibayar mahal karena dia mreasa tiba-tiba sulit tidurdan ujung-ujungnya merasakan jantung berdebat dan segera minum obat yang diberikan dokter. Itupun tidak menolong, akhirnya ia terpaksa dirawat intensif di rumah sakit.

Marah
Pada kondisi normal, hati bekerja dengan baik. Namun, begitu ada emosi negatif berupa kemarahan, hati akan terangsang. Bila marah bregolak, chi hati berbalik naik ke atas, aliran darah naik ke atas serta bergolak. Kemarahan ditandai dengan muka merah dan badan bergetar.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa sakit hati (sebagai organ) disebabkan oleh sakit hati (sebagai perasaan). Karena hati berhubungan dengan kandung empedu, kemarahan berakibat juga pada rusaknya fungsi kandung empedu ini. Akibatnya, kemarahan selalu mengarah pada diri sendiri.

Orang yang sedang marah ibarat sedang membawa bara api yang sangat panas. Api itu diharapkan akan dilemparkan ke orang lain. Namun, api itu tidak akan mencederai orang lain sama sekali, melainkan diri sendiri.

Khawatir
Bila Anda mengkhawatirkan sesuatu, misal anak yang tidak juga sampai di rumah, kecelakaan, terkena penyakit kanker, dan sebagainya, akan mengganggu perjalanan chi. Aliran chi menjadi lambat.

Bahkan, pada khawatiran yang berlebihan, aliran chi bisa terhenti untuk sementara atau tersumbat. Kekhawatiran yang berlebihan akan mengganggu kerja paru-paru yang hubungannya sangat dekat dengan usus besar.

Tidak mengherankan, orang yang merasa khawatir biasanya akan menekan dada tempat paru-parunya berada. Paru-paru dilambangkan dengan warna putih. Karena itu, orang yang khawatir biasanya ditandai dengan muka pucat. Itu berarti chi paru-parunya tidak normal.

Berpikir
Berpikir di sini juga meliputi penggunaan akal, kecerdikan atau pikiran untuk memecahkan masalah. Berpikir juga mengandung pengertian malamun atau mengkhayal, saat seseorang mencoba memecahkan masalah yang hanya merupakan khayalan dan bukan realita.

Berpikir terlalu banyak akan mengganggu fungsi atau kerja limpa. Karena limpa berhubungan sangat erat dengan lambung, berpikir yang keterlaluan akan mengganggu aktivitas lambung pula.

Tidak mengherankan orang yang banyak berpikir sering menderita radang lambung atau gastritis dan terganggu alat geraknya. Maklum, pergerakan tendon sangat dipengaruhi oleh limpa.

Sedih
Emosi sedih bisa timbul karena seseorang dihadapkan pada keadaan yang mengecewakan, menggelisahkan atau muncul sebagai akibat penderitaan karena luka, sakit, derita atau nyeri. Seperti rasa khawatir, emosi sedih mempengaruhi kerja paru-paru.

Selain paru-paru, jantung juga mudah terpengaruh emosi negatif ini. Karena organ dalam saling berhubungan, emosi sedih dapat mempengaruhi hati dan organ lainnya.

Sedih dapat juga mengakibatkan terputusnya hubungan antara jantung dan pericardium (selaput jantung). Akibatnya, timbul pendarahan lewat dubur dan uretra.

Takut
Rasa takut muncul sebagai manifestasi dari munculnya ketegangan mental. Ketakutan seseorang seringkali berbeda dengan ketakutan orang lain. Ada orang yang takut melihat anjing, ular, berjalan di ketinggian, berbicara di depan umum, bertemu orang lain, dan sebagainya.

Takut bisa dipengaruhi dan mempengaruhi ginjal. Ketakutan yang berlebihan akan mengacaukan fungsi ginjal dan limpa.

Ada contoh betapa ketakutan merusak fungsi ginjal. Sebuah keluarga didatangi kawanan perampok yang mengancam akan memperkosa sang istri bila suaminua tidak menunjukkan tempat penyimpanan barang berharga. Tentu saja mereka sangat ketakutan.

Ketika kawanan perampok sudah pergi bersama barang rampasan, para tetangga yang menolong kaget menemukan air kencing di tempat mereka diikat. Berarti ketakutan membuat fungsi ginjal menjadi tidak terkontrol dan akhirnya secara tidak sengaja air kencing pun keluar.

Terkejut
Terkejut adalah akibat dari ketegangan jiwa. Seseorang menduga sesuatu, tetapi ternyata yang terjadi adalah tak terduga. Terkerjut dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh fungsi ginjal.

Terkejut yang berlebihan akan melukai ginjal dan jantung. Dapat disimpulkan, orang yang mudah terkejut biasanya mempunyai fungsi jantung yang lemah.

Seperti kita ketahui, hubungan jantung dan ginjal adalah hubungan yang istimewa. Orang yang punya ginjal yang baik biasanya punya fungsi jantung yang baik pula.

Jantung yang kuat membuat orang tetap bertenang. Orang yang tenang tak mudah dikejutkan oleh sesuatu yang di luar dugaan.

Kita tentu ingat pepatah Jawa yang berpesan agar tidak mudah heran dan terkejut, yakni aja sok gumunan, aja sok kagetan supaya tidak jantungan.

Komentar Anda

komentar

One thought on “Tujuh Emosi, Pengganggu Kesehatan

  • November 20, 2012 at 9:12 pm
    Permalink

    Wow…. funtastic bede’. . . 😉

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *